"Ummul ulum" ibunya ilmu, adalah sebutan yang
diberikan para ulama untuk ilmu shorof, karena ilmu ini bertujuan untuk
mengetahui bentuk kalimah, keadaan serta perubahannya pada bentuk yang
berbeda-beda untuk menghasilkan makna yang dikehendaki, yang pada gilirannya digunakan
sebagai perantara untuk memahami Al-Qur'an dan Hadits.
Kitab (nadzom) maqshud, merupakan adikarya yang luhur dan monumental dibidang
ilmu shorof, seperti yang disebutkan dalam kitab Rouhusy Syuruh. Kitab ini
merupakan karya Syaikh Nu'man atau yang lebih populer dengan sebutan Imam Abu
Hanifah, yang kemudian dinadzomkan oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrohim. Sedangkan
kitab Al-Maqoshid Ash-Shorfiyyah akan mengantarkan secara mendetail dan
mendalam didalam memahami kitab Nadzom Maqshud.
tentang linguistik dan gramatika (tata bahasa) Arab, pengarang juga memasukkan Nazam Maqshud, yaitu konjugasi (perubahan) bentuk kata dalam bahasa Arab (I'rab). Perubahan bentuk kata itu, dalam dunia pesantren biasa dikenal dengan nama Tashrif.
Dan, dalam bahasa tata bahasa, sangat banyak perubahan
bentuk kalimat (kata). KH Muhammad Ma'sum bin Ali (w 1353 H/1934 M), pengarang
Kitab Al-Amtsilah al-Tashrifiyah telah menulis berbagai perubahan kata di dalam
bahasa Arab secara lengkap.
Adapun dalam syair atau Nazam Maqshud karya Syaikh Ahmad bin
Abdurrahim al-Thahthawi (1132-1302 H), memuat sekitar 113 syair. Isinya
membahas mengenai perubahan bentuk kata atau kalimat didalam bahasa Arab.
Pada bab pertama, Syaikh Ahmad Abdurrahim membahas tentang
Fi’il Tsulatsiy, yaitu fiil yang ditambahkan padanya beberapa huruf. Bisa, satu
huruf, dua huruf, tiga huruf, atau lebih. Misalnya, fa'ala (tiga huruf, yaitu
huruf fa, ain, dan la). Kata fa'ala dapat berubah menjadi fa' 'ala (tasydid
huruf ain), infa'ala, atau istaf'ala.
Bab selanjutnya, Syaikh Ahmad Abdurrahim membahas tentang
bab Ruba’i ‘ala al-Mujarradi wa al-Mulhaqi bih atau bab Ruba'i Mujarrad.
Kemudian, bab tsulatsi majid, mashdar wa ma yustaqqu minhu, serta fasal tentang
Fi Hay`at al-Fi'li al-Madli, fasal fi Abniyatin al-Mudlari' al ma'lum wa
al-majhul, tashrif shahih, lalu ditutup dengan fasal fil fawa'id.
Dari keterangan syair-syair maqshud ini, dapatlah diketahui
bahwa nama-nama fiil dalam tata bahasa Arab meliputi, fiil madli, fiil
mudlari', fiil amar, fiil nahy, fiil madli majhul, dan fiil mudlari'
majhul. Fiil mudlari' majhul, biasanya dicontohkan dengan kata yuf'alu
atau yuf'ilu (dilakukan, diperbuat). Kata tersebut merupakan contoh pekerjaan
telah lampau, namun masih dilakukan sampai saat ini.
Umumnya, bagi santri yang sudah paham ilmu sharaf atau
tahsrifan yang dipelajari dari kitab al-Amtsilah al-Tashrifiyah, tidaklah sulit
untuk membahas atau mempelajari syair-syair dalam Nazam Maqshud ini. Wa Allahu
a'lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar